cagar alam dieng terdapat di daerah

CAGARALAM WISATA ALAM PANGANDARAN Pananjung Pangandaran adalah semenanjung kecil yang terletak di pantai selatan Kabupaten Ciamis, di wilayah pariwisata Pangandaran. Menurut sejarah pembentukannya, diduga Pananjung dulu merupakan sebuah pulau kecil, yang kemudian terhubung dengan daratan Pulau Jawa akibat proses sedimentasi pasir. WisataEcotourism di Indonesia - Liburan yang di idamkan kebanyakan para traveler adalah berkunjung ke wisata alam tentu saja yang masih alami dan terjaga alamiahnya, karena dengan alam yang terkenal suasana hening dan sejuk memberikan kesan yang positif terutama untuk menghilangkan penat di sela-sela kesibukan setiap harinnya. Adapun wisata Ecotourism di Indonesia kini masih menjadi minat KERAGAMANTUMBUHAN BERKHASIAT OBAT DI HUTAN PANTAI CAGAR ALAM TANGKOKO DIVERSITY OF MEDICINAL PLANTS ON COASTAL FOREST IN TANGKOKO NATURAL RESERVE Hasil penelitian menunjukkan setidaknya terdapat 45 jenis tumbuhan yang berasal dari hutan pantai CA. Tumbuhan obat tradisional di Indonesia mempunyai peran yang sangat penting terutama bagi KawahSileri adalah kawah yang paling aktif di Dieng setelah Kawah Timbang dan Kawah Sinila namun kawah ini tidak mengeluarkan gas beracun seperti CO2 jadi aktivitas vulkaniknya selalu dipantau oleh Badan Vulkanologi Dieng dari pos pengamatan. Kawah Sileri sering mengalami letusan yang tercatat sejak tahun , 1956, 2003, 2009, dan 2017. Terdapatkayu-kayu penyangga di sekeliling candi yang sedang dipugar menemani perhelatan Dieng Culture Festival 2018 yang sedang berlangsung. Dieng Culture Festival adalah salah satu upaya pemerintah setempat dalam rangka kampanye mengenalkan cagar budaya Situs Dieng kepada masyarakat umum. vay tiền trả góp theo tháng chỉ cần cmnd + bằng lái xe. Daftar Cagar Alam Indonesia di Nusa Tenggara dan Bali merupakan seri daftar cagar alam yang dipunyai oleh Indonesia. Cagar alam nature sanctuary merupakan suatu kawasan yang dilindungi oleh negara karena keadaan alamnya yang mempunyai kekhasan tumbuhan, satwa, maupun ekosistem. Cagar Alam termasuk kawasan Suaka Alam di samping Suaka Margasatwa. Perlindungan terhadap kawasan cagar alam dilakukan secara alami tanpa melibatkan campur tangan manusia sehingga seluruh komponen ekosistem, baik flora, fauna, maupun habitatnya harus dibiarkan sesuai dengan aslinya. Setiap Cagar Alam mewakili tipe ekosistem tertentu seperti savana padang rumput, hutan dataran rendah, terumbu karang dan lain sebagainya. Karena itu, di Indonesia dikenal ada istilah Cagar Alam Cagar Alam yang berada di daratan, Cagar Alam Laut, dan Cagar Alam Biosfer. Hingga tahun 2008, di Indonesia tercatat sebanyak 237 kawasan yang ditetapkan sebagai Cagar Alam dengan luas keseluruhan mencapai ha. Cagar Alam tersebut tersebar di berbagai wilayah Indonesia termasuk di provinsi Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. Berikut ini adalah daftar Cagar Alam Indonesia yang terdapat di Provinsi Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur. Daftar ini merupakan seri daftar Cagar Alam di Indonesia yang berusaha didokumentasikan oleh Alamendah’s Blog. Daftar Cagar Alam Indonesia di Provinsi Bali Cagar Alam BATUKAHU I/II/III; Tabanan, ha, SK Menteri Pertanian RI Nomor 716/Kpts/Um/9/74, 29 September 1974. Daftar Cagar Alam Indonesia di Provinsi Nusa Tenggara Timur Cagar Alam MAUBESI; Belu, Nusa Tenggara Timur, ha, Keputusan Menteri Pertanian RI Nomor 394/Kpts/Um/5/81, 7 Mei 1981. Cagar Alam GUNUNG MUTIS; Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur, ha, SK Menteri Kehutanan dan Perkebunan RI Nomor 423/Kpts-II/1999, 15 Juni 1999. Cagar Alam PERHALU; Kupang, Nusa Tenggara Timur, ha, Keputusan Menteri Kehutanan RI Nomor 196/Kpts-II/1993, 27 Februari 1993. Cagar Alam TAMBORA; Ende, Nusa Tenggara Timur, ha, Keputusan Menteri Kehutanan dan Perkebunan RI Nomor 423/Kpts-II/1999, 15 Juni 1999. Cagar Alam WATU ATA; Ngada, Nusa Tenggara Timur, ha, Keputusan Menteri Kehutanan RI Nomor 432/Kpts-II/1992, 5 Mei 1992. Cagar Alam WAY WUUL/MBURAK; Manggarai, Nusa Tenggara Timur, ha, Keputusan Menteri Kehutanan RI Nomor 437/Kpts-II/1996, 9 Agustus 1996. Cagar Alam WOLO TADO, NGEDE NALO MERAH, SIUNG; Ngada, Nusa Tenggara Timur, ha, Keputusan Menteri Kehutanan RI Nomor 429/Kpts-II/1992, 5 Mei 1992. Daftar Cagar Alam Indonesia di Provinsi Nusa Tenggara Barat Cagar Alam PULAU PANJANG; Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, ha, Keputusan Menteri Kehutanan dan Perkebunan RI Nomor 399/Kpts-II/1986, 21 April 1986. Cagar Alam SANGIANG; Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, ha, Keputusan Menteri Kehutanan dan Perkebunan RI Nomor 418/Kpts-II/1999, 15 Juni 1999. Cagar Alam TAMBORA SELATAN; Dompu, Nusa Tenggara Barat, ha, Keputusan Menteri Kehutanan dan Perkebunan RI Nomor 418/Kpts-II/1999, 15 Juni 1999. Cagar Alam TANAH PEDAUH; Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, 543,50 ha, Keputusan Menteri Pertanian RI Nomor 348/Kpts/Um/8/75, 20 Agustus 1975. Cagar Alam TOFO KOTA LAMBU; Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, ha, Keputusan Menteri Kehutanan dan Perkebunan RI Nomor 418/Kpts-II/1999, 15 Juni 1999. Jumlah lokasi Cagar Alam Indonesia di Bali dan Nusatenggara memang jauh lebih sedikit ketimbang jumlah Cagar Alam yang terdapat di pulau dan provinsi lain seperti Cagar Alam di Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, maupun Papua. Tetapi yang sedikit itu jika mampu kita lestarikan tentunya akan menjadi warisan berharga buat anak cucu dan seluruh umat dunia. Referensi Baca artikel tentang alam lainnya Daftar Cagar Alam Indonesia di Jawa Daftar Suaka Margasatwa di Indonesia 2 Kalimantan, Jawa, dan Nusa Tenggara Daftar Suaka Margasatwa di Indonesia 3 Sulawesi, Maluku, dan Papua Daftar Situs Warisan Dunia di Indonesia Daftar Taman Nasional Di Indonesia Karst Maros Pangkep Terluas Kedua Di Dunia Indonesia Belum Punya Geopark Jadikan Pulau Komodo Sebagai 7 Keajaiban Dunia Kebun Raya Di Indonesia Daftar Suaka Margasatwa di Indonesia 1 Sumatera Perambahan Kawasan Hutan Akibat Pengawasan Lemah Daftar Hari Peringatan Perayaan Lingkungan Hidup Pulau Dana Paling Selatan Indonesia Daftar Kota Peraih Piala Adipura 2010 Penerima Penghargaan Kalpataru 2010 Tentang alamendah Panggil saja saya Alamendah, tinggal di Pati, Jawa Tengah, Indonesia. Seorang biasa yang ingin berbagi dengan sobat. Sumber gambar Travelspromo Dataran tinggi Dieng terkenal sebagai salah satu tujuan wisata favorit. Berikut 22 tempat wisata di Dieng paling direkomendasikan yang harus kamu kunjungi. Bagi kamu yang suka dengan udara dingin dan pegunungan, dataran tinggi Dieng merupakan salah satu destinasi yang wajib kamu kunjungi. Terletak di antara Kabupaten Wonosobo dan Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, Dieng menawarkan keindahan alam serta kekayaan budaya yang memikat. Ada banyak tempat wisata alam yang bisa kamu kunjungi di daerah ini, mulai dari air terjun, candi, kawah, telaga, hingga pegunungan yang menyuguhkan panorama alam nan menyegarkan mata. Baca Juga Tempat Menarik di Kota Lama Semarang yang Tidak Boleh Terlewat Wisata Dieng Wonosobo Terpopuler Untuk Toppers yang tertarik menghabiskan akhir pekan dengan berwisata di dataran tinggi Dieng, berikut pilihan destinasi tempat wisata terpopuler dan terbaru du Dieng. 1. Agrowisata Perkebunan Teh Tambi Sumber gambar Travelspromo Untuk Toppers yang ingin merasakan asrinya perkebunan teh di Dieng, Toppers bisa mengunjungi Agrowisata Perkebunan Teh Tambi. Lokasinya berada persis di lereng Gunung Sindoro sehingga pengunjung dapat melihat panorama pegunungan dan kebun teh yang indah. Di Agrowisata Perkebunan Teh Tambi, terdapat berbagai kegiatan yang dapat Toppers lakukan, seperti cara memilih teh yang bagus, memetik teh sendiri dengan keranjang di punggung, serta menyaksikan langsung proses pembuatan teh secara detail. 2. Pemandian Air Panas Bira Bitingan Sumber gambar detikcom Karena suhu di sekitar dataran tinggi Dieng yang dingin, Toppers mungkin ingin mencoba berendam air panas untuk merilekskan badan. Pemandian Air Panas Bira Bitingan dapat menjadi salah satu pilihan saat berkunjung ke Dieng. Pemandian air panas ini berlokasi di dusun wisata Bitingan, Desa Kepakisan, Kecamatan Batur, Banjarnegara. Air panas di pemandian ini berasal dari sumber mata air panas alami di kaki gunung Sipandu yang bermanfaat untuk menyehatkan tubuh. 3. Gardu Pandang Tieng Sumber Gambar I Hate Green Jello Saat berkunjung ke Dieng, belum lengkap rasanya jika belum mengunjungi Gardu Pandang Tieng. Gardu ini adalah tempat yang tepat untuk menikmati keindahan Desa Tieng yang ada di ketinggian Mdpl. Kamu akan disuguhkan pemandangan alam perkebunan sayur yang berundak-undak yang menyejukkan mata. Namun, kamu wajib membawa jaket ke tempat ini karena udaranya cukup dingin, bahkan terkadang diselimuti kabut. 4. Kawah Candradimuka Sumber Gambar Super Adventure Kawah Candradimuka terbentuk dari munculnya solfatara dari rekahan tanah yang ada di Dataran tinggi Dieng. Ada dua lubang rekahan yang masih aktif mengeluarkan solfatara secara terus menerus dan juga secara berselang. Pemandangan alam yang disuguhkan juga cukup indah dikelilingi bebatuan dan pohon-pohon yang rindang. Untuk masuk ke area kawah ini, kamu cukup membeli tiket seharga Toppers. 5. Bukit Sikunir Sumber Gambar KSM Tour Untuk Toppers yang berlibur ke Dieng untuk berburu panorama matahari terbit yang indah, Bukit Sikunir bisa jadi salah satu destinasi wisata di Dieng yang tepat untukmu. Obyek wisata Dieng yang berlokasi di Desa Sembungan yang merupakan salah satu desa tertinggi di Pulau Jawa ini memang terkenal jadi tujuan para penggemar fotografi untuk mengabadikan momen matahari terbit yang sangat indah. Namun, untuk bisa mendapatkan pemandangan yang indah tersebut, Toppers perlu mendaki bukit sebelum menjelang subuh dan harus berhadapan dengan dinginya terpaan angin. Tentunya perjuangan ini akan sebanding setelah Toppers bisa melihat langsung pemandangan matahari terbit yang legendaris di Bukit Sikunir. Baca Juga Daftar Destinasi Wisata di Pekanbaru Favorit para Traveler 6. Telaga Warna Sumber Gambar BBM Tours Berada di Kejajar, Wonosobo, Telaga Warna adalah destinasi wisata di Dieng selanjutnya yang menjadi salah satu tujuan traveling favorit. Keunikan dari destinasi wisata di dataran tinggi Dieng ini adalah warna air dari telaga yang warnanya mampu berubah-ubah karena kandungan belerang yang ada di dalamnya. Dikelilingi dengan alam yang masi asri, menambah keindahan dari panorama obyek wisata di Dieng satu ini. 7. Gunung Prau Sumber Gambar Super Adventure Jika Toppers gemar mendaki atau memiliki jiwa petualang, Dieng memiliki salah satu destinasi pendakian yang cukup digemari, yakni Gunung Prau. Memiliki puncak di ketinggian mdpl, destinasi tempat wisata di Dieng ini tak cuma menawarkan udara segar khas pegunungan, namun juga keindahan panorama alam dari ketinggian. Toppers juga bisa menikmati keindahan momen matahari terbenam yang romantis di puncak gunung Prau, bermalam dan mendapatkan pemandangan matahari terbit yang tak kalah fantastis di tempat wisata Dieng ini. 8. Kawah Sikidang Sumber Gambar Travelspromo Tak terlalu jauh dari obyek wisata Bukit Sikunir, Toppers bisa coba kunjungi Kawah Sikidang, destinasi tempat wisata di Dieng yang menawarkan eksotisme kawah belerang. Jangan lupa untuk kenakan masker saat mengunjungi tempat wisata Dieng satu ini untuk menghindari dirimu menghirup gas beracun yang dihasilkan oleh belerang di kawasan ini. 9. Candi Arjuna Sumber Gambar Kebudayaan Kemdikbud Tak cuma keindahan alam, Dieng juga menawarkan destinasi wisata sejarah yang tak kalah menarik. Berada di Dieng Kulon, Banjarnegara, Toppers bisa menyambangi Candi Arjuna, sebuah peninggalan kuno dari Kerajaan Mataram yang dahulu dibangun untuk menyembah Dewa Siwa. Terdapat lima buah candi dalam kompleks Candi Arjuna yang dikelilingi rerumputan dan taman yang asri. 10. Candi Gatot Kaca Sumber Gambar Wonosobo Media Selain Candi Arjuna, ada pula Candi Gatot Kaya yang diperkirakan dibangun pada masa pemerintahan Ratu Sima. Obyek wisata di Dieng ini sendiri merupakan bagian dari cagar budaya pemerintah provinsi Jawa Tengah. Bedekatan dengan Candi Gatot Kaca, Toppers juga bisa menemukan beberapa candi kuno lainnya yang tak kalah memukau. 11. Telaga Merdada Sumber Gambar Panduan Wisata ke Dieng Memiliki luas mencapai 21 hektar, Telaga Merdada adalah telaga terluas di Dieng. Membendang diantara bukit Pangonan dan Sumurup, pemandangan alam di tempat wisata Dieng satu ini mampu menyegarkan mata dan juga pikiran. Disekeliling telaga ini terdapat pula ladang pertanian yang berbentuk undakan terasering menyesuaikan permukaan lahan yang miring, menambah eksotisme pemandangan di obyek wisata Dieng ini. Baca Juga Rumah Makan Sunda di Bogor yang Enak dan Cocok untuk Kumpul Keluarga Liburan bisa jadi kegiatan yang melelahkan. Cek Tokopedia supaya kamu bisa istirahat di hotel terbaik dengan harga menarik! 12. Batu Pandang Ratapan Angin Batu Pandang Ratapan Angin Untuk Toppers yang belum puas menikmati keindahan alam yang ditawarkan dataran tinggi Dieng, Batu Pandang Ratapan Angin yang berada di ketinggian 2010 mdpl bisa jadi destinasi wisata Dieng selanjutnya untuk dikunjungi. Di tempat ini sendiri sesuai namanya Toppers bisa bebatuan di bagian puncak bukit dimana Toppers bisa mengagumi keindahan alam dari ketinggian sembari menikmati hembusan angin yang dikatakan mampu menghasilakn suara-suara gemerisik bak siulan. 13. Gua Semar Sumber Gambar Jejak Piknik Berlokasi di kawasan perbukitan antara Telaga Warna dan Telaga Pengilon, Toppers bisa menemukan Gua Semar yang dipercaya merupakan tempat pertapaan para raja Jawa dan pemimpin negara di masa lampau. Destinasi tempat wisata Dieng yang dikeramatkan ini tak cuma menyimpan cerita mistis yang panjang, namun juga pemandangan indah nan misterius yang dijamin akan membuatmu penasaran untuk menelusurinya. 14. Air Terjun Sikarim Sumber Gambar Jejak Piknik Salah satu pesona wisata yang ditawarkan dataran tinggi Dieng adalah keindahan air terjun atau curug-curug yang bisa Toppers temukan di kawasan ini. Salah satunya adalah Curug Sikarim. Destinasi tempat wisata yang berlokasi di Sembangun ini dikelilingi oleh perbukitan berselimut pepohonan rindang yang sangat asri. Ditambah aliran air yang jernih, menambah atmosfer menyegarkan dari tempat wisata ini. 15. Air Terjun Sirawe Sumber Gambar KSM Tour Selain air terjun Sikarim, masih ada pula air terjun Sirawe yang mengalir deras dari ketinggian sekitar 80 meter. Berbingkai tebing terjal dan hijaunya pepohonan menambah eksotisme yang ditawarkan oleh destinasi tempat wisata alam di Dieng satu ini. Tak cuma keindahan pemandangannya, hal unik yang ditawarkan oleh curug Sirawe adalah fenomena perpaduan aliran air dingin dan air panas yang terjadi secara alami di air terjun ini. 16. Curug Winong Sumber Gambar Go Travelly Pilihan lagi destinasi wisata air terjun di kawasan Dieng selanjutnya adalah Curug Winong yang mengalir deras menyusuri tebing dengan kemiringan sekitar 70 derajat dari ketinggian 70 meter. Obyek wisata yang berada di Desa Temanggung ini menjadi salah satu tujuan wisata favorit tak cuma karena Toppers bisa menyegarkan diri sembari bermain air, namun juga karena banyaknya spot foto yang sangat menarik yang ditawarkan oleh tempat wisata Dieng satu ini. Baca Juga Tempat Wisata di Bali Terpopuler, Terkenal hingga ke Mancanegara! 17. Museum Kailasa Sumber Gambar Indonesia Kaya Untuk Toppers yang ingin mempelajari sejarah di dataran tinggi Dieng, selain mengunjungi Candi-Candi yang berada di dataran tinggi Dieng, Toppers juga bisa mampir ke Museum Kailasa. Tujuan tempat wisata sejarah di Dieng ini menyimpan berbagai koleksi seperti artefak-artefak yang berasal dari candi-candi kuno yang ditemukan di kawasan dataran tinggi Dieng seperti arca, kemuncak, lingga dan yoni, serta berbagai macam patung dan artefak bersejarah lainnya. Tak hanya itu, Museum ini juga menyimpan informasi sejarah terbentuknya dataran tinggi Dieng serta seni dan kebudayaan yang masih dilestarikan oleh masyarakat Dieng hingga saat ini. 18. Petak 9 Dieng Sumber Gambar The Little Snacks Petak 9 adalah nama lain dari Bukit Sidengkeng, tujuan wisata alam lainnya di Dieng. Sedangkan Petak 10 adalah nama pemetaan yang diberikan pada Bukit Sikunir. Tak berbeda jauh dari obyek wisata Bukit Sikunir, di petak 9 Toppers bisa memanjakan diri dengan panorama indah Dieng dari ketinggian. Hanya saja, di obyek wisata Dieng satu ini, Toppers bisa melihat lebih jelas keindahan Telaga Warna dari ketinggian. 19. Lubang Sewu Sumber Gambar Lubang Sewu Terbentuk dari formasi bebatuan putih dengan teksur berlubang-lubang, destinasi tempat wisata Dieng satu ini kerap dijuluki sebagai Grand Canyon Mini di Wonosobo. Ketika musim hujan, bebatuan ini akan terendam oleh air Bendungan Wadaslintang. Namun, ketika air tengah surut, Toppers bisa menikmati pemandangan eksotis dari bebatuan yang sangat instagramable ini. 20. Dieng Plateau Theater Sumber Gambar yukpiknik Dieng Plateau Theater adalah bangunan cukup megah yang berdiri di Kawasan Dieng dan menjadi salah satu destinasi wisata edukasi yang menarik di Dieng. Di tempat ini Toppers bisa menyaksikan pemutaran Film Dokumenter seputar Dieng Plateau. Puas bertualang menyusuri eksotisme alam di Dieng, Dieng Plateau Theater bisa jadi salah satu destinasi wisata yang wajib kamu kunjungi selanjutnya. 21. Sumur Jatulanda Sumber Gambar KSM Tour Untuk bisa menikmati keindahan dari Sumur Jatulanda, Toppers paling tidak harus mempersiapkan fisik dan stamina yang prima untuk mendaki 257 anak tangga sebelum bisa mencapai obyek wisata Dieng yang berada di Desa Pekasiran ini. Terbentuk dari ceruk rekahan kawah yang digenangi air, Sumur Jatulandan memiliki diameter 90 meter dan kedalaman mencapai 200 meter. Menakjubkan, bukan? 22. Telaga Cebong Sumber Gambar Jejak Piknik Alternatif destinasi tempat wisata di Dieng selanjutnya Telaga Cebong yang berada di Desa Sembungan yang berlokasi tak jauih dari Bukit Sikunir. Berada di ketinggian meter diatas permukaan air laut, obyek wisata Dieng ini kerap dijuluki sebagai Telaga di Atas Awan. Keindahan alam di kawasan tempat wisata Dieng satu ini juga ditambah oleh perkebunan warga setempat disekitaran Telaga yang menambah kaya panorama alam yang ditawarkan oleh Telaga Cebong. Baca Juga Rekomendasi Wisata Tawangmangu yang Harus Kamu Kunjungi Dengan banyaknya pilihan tempat wisata di Dieng, tak heran rasanya jika dataran tinggi Dieng menjadi salah satu tujuan traveling favorit! Sudahkah Toppers berkesempatan menjelajahi keindahan alam dataran tinggi Dieng? Tunggu apa lagi? Segera rencanakan perjalananmu ke Dieng untuk isi hari liburmu selanjutnya. Dengan Tokopedia, Toppers bisa membeli tiket pesawat, tiket kereta, pesan kamar hotel, tiket hiburan, hingga beli perlengkapan traveling untuk buat rencana liburan ke Dieng jadi jauh lebih hemat dan praktis. *Informasi yang tertera berlaku saat artikel ditulis. Harga dan ketentuan lainnya dapat berubah sewaktu-waktu. Liburan tanpa macet lewat jalur udara? Harga tiket terbaiknya ada di Tokopedia! Penulis Muftia Parasati Cagar alam – Luas alam terbuka dan alami di dunia semakin berkurang. Tanah-tanah lapang, hutan, sawah, dan lahan-lahan alami lainnya berubah menjadi hutan beton, kawasan industri, jalan tol, rumah, dan sebagainya. Akibatnya rumah bagi beberapa hewan dan tumbuhan hilang. Mereka berpindah pemukiman ke kampung-kampung manusia. Tidak jarang mereka ikut mati ketika proses penggundulan hutan. Mereka juga kerap kali menjadi sasaran perburuan manusia untuk diambil bagian-bagian tubuhnya seperti taring, kulit, bulu, dan bagian lainnya. Oleh sebab itu, untuk menjaga keberlangsungan hidup hewan dan tumbuhan sekaligus ekosistemnya maka dibuatlah kawasan konservasi. Dengan cara membangun cagar alam, suaka margasatwa, taman nasional, dan lain sebagainya. Berikut akan dibahas mengenai cagar alam serta hal-hal yang melingkupinya. Pengertian Cagar Alam Kriteria Cagar AlamTujuan Pendirian Cagar Alam1. Pelestarian Tanaman2. Mengatur Proses Sirkulasi Air3. Menjaga Kesuburan Tanah dan Menguji Unsur Hara Tanah4. Dijadikan Tempat Penelitian5. Dijadikan Tempat Wisata6. Sebagai Pemasukan NegaraDaftar Hierarki Hutan di Indonesia1. Kawasan Hutan Produksi2. Kawasan Hutan Lindung3. Kawasan Hutan KonservasiCagar Alam di Indonesia1. Cagar Alam Maninjau di Agam, Sumatera Barat2. Cagar Alam Kawah Ijen di Banyuwangi, Jawa Timur3. Cagar Alam Waigeo Barat di Raja Ampat, Papua Barat4. Cagar Alam Anak Krakatau di Selat Sunda, Lampung Pengertian Cagar Alam Menurut Kementerian Kehutanan RI 2013, cagar alam didefinisikan sebagai kawasan yang dideskripsikan sebagai hutan dengan adanya aturan terkait perlindungan secara hukum lantaran memiliki keunikan ekositem tumbuhan dan satwa. Adapun dalam Undang-Undang No. 5 Tahun 1990, cagar alam merupakan bentuk kawasan suaka alam karena keadaan alamnya memiliki kekhasan tumbuhan, satwa, dan ekosistem tertentu yang perlu dilindungi atau dilestarkan sehingga perkembangannya dapat berlangsung alami secara terus-menerus. Dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Kawasan Suaka Alam dan Kawasan Pelestarian Alam, cagar alam merupakan KSA yang karena keadaan alamnya mempunyai kekhasan/keunikan jenis tumbuhan dan/atau keanekaragaman tumbuhan beserta gejala alam dan ekosistemnya yang memerlukan upaya perlindungan dan pelestarian agar keberadaann dan perkembangannya dapat berlangsung secara alami. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia KBBI, cagar alam merupakan istilah hukum daerah yang kelestarian hidup tumbuh-tumbuhan dan binatang flora dan fauna yang terdapat di dalamnya dilindungi oleh undang-undang dari bahaya kepunahan; suaka alam. Cagar alam dapat dianalogikan sebagai sebuah wadah atau tempat yang berisi peninggalan kekayaan alam yang hampir punah sehingga perlu dilindungi dan dilestarikan. Dari beberapa paparan di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa cagar alam merupakan kawasan hutan yang dilindungi karena memiliki keunian satwa, tumbuhan dan ekosistem sehingga keberlangsungan hidupnya akan terus lestari. Kriteria Cagar Alam Adapun kriteria suatu wilayah dapat ditunjuk dan ditetapkan sebagai cagar alam menurut Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Kawasan Suaka Alam dan Kawasan Pelestarian Alam pada Pasal 6 sebagai berikut. Memiliki keanekaragaman jenis tumbuhan dan/atau satwa liar yang tergabung dalam suatu tipe ekosistem. Mempunyai kondisi alam, baik tumbuhan satwa liar yang secara fisik masih asli dan belum terganggu. Terdapat komunitas tumbuhan dan/atau satwa beserta ekosistemnya yang langka dan/atau keberadaannya terancam punah. Memiliki formasi biota tertentu dan/atau unit-unit penyusunnya. Mempunyai luas yang cukup dan bentuk tertentu yang dapat menunjang pengelolaan secara efektif dan menjamin berlangsungnya proses ekologis secara alami. Dan/atau mempunyai ciri khas potensi dan dapat merupakan contoh ekosistem yang keberadaannya memerlukan upaya konservasi. Tujuan Pendirian Cagar Alam Cagar alam didirikan bukan tanpa alasan, secara umum ia ada untuk menjaga keberlangsungan ekosistem, tumbuhan, dan hewan yang hampir punah. Berikut tujuan daric agar alam. 1. Pelestarian Tanaman Kerusakan lingkungan mejadi latar belakang pembentukan cagar alam supaya tanaman yang hampir langka dan mendekati kepunahan dapat dilestarikan. Pelestarian ini penting untuk menjaga keberlangsungan hidupnya sampai selama-lamanya. 2. Mengatur Proses Sirkulasi Air Tumbuhan menjadi salah satu aktor penting dalam keberlangsungan dan terhaganya air di bumi. Tanaman memiliki sifat alamiah, yakni mengikat air yang ada di dalam tanah. Air tersebut akan diolah menjadi oksigen melalui proses fotosintesis. Fotosintesis termasuk dalam kategori wujud penguapan yang mana air yang menguap menjadi udara. Udara tersebut akan menjadi awan yang diturunkan lagi ke bumi. Sifat akar yang mengikat air pula bermanfaat untuk menjaga tanah agar tidak longsor. 3. Menjaga Kesuburan Tanah dan Menguji Unsur Hara Tanah Kesuburan lapisan tanah khususnya unsur hara dapat dilihat dari kesuburan tanaman. Semakin subur tanaman tersebut maka semakin tinggi kandungan unsur hara di dalamnya. Tidak hanya itu, dengan adanya cagar alam juga dapat menjaga kesuburan lapisan tanah. Tanah yang ditanami beberapa jenis tanaman akan terjaga kesuburannya karena tanah akan terus bekerja menghidupi tanaman secara alami. 4. Dijadikan Tempat Penelitian Keadaan alami pada cagar alam cocok dijadikan untuk riset. Periset bisa melakukan penelitian mengenai berbagai hal seperti kandungan unsur hara, hewan yang ada dilamanya, tanaman, ekosistem, dan hal-hal lainnya. Sehingga dapat mengembangkan teori ataupun merumuskan suatu teori. 5. Dijadikan Tempat Wisata Kealamian dan keasrian cagar alam dapat menarik orang-orang untuk berkunjung menikmatinya. Baik wisatawan domestik maupun mancanegra. 6. Sebagai Pemasukan Negara Banyaknya turis asing yang datang ke Indonesia untuk menikmati cagar alam membuat kas negara semakin banyak. Tidak hanya itu, devisa negara pun naik dari perbedaan tariff masuk cagar alam yang berbeda dengan wisatawan lokal. Biasanya turis asing dikenai tarif yang lebih tinggi daripada wisatawan lokal. Daftar Hierarki Hutan di Indonesia Indonesia memiliki hutan yang cukup luas. Hutan-hutan tersebut memiliki tingkat hierarki sebagai berikut. 1. Kawasan Hutan Produksi Kawasan hutan produksi merupakan kawasan hutan yang dibangun untuk memenuhi produksi hasil hutan sebagai komoditas yang memenuhi keperluan masyarakat, khususnya industri, pembangunan, dan ekspor. Di Indonesia, sebagian besar hutan produksi menjadi bagian hutan alam yang dimanfaatkan sebagai Hak Pengusahaan hutan dan hutan buatan atau hutan tanaman. Misalnya, hutan tusam, jati, mahoni, jabon. bambu, damar, dan sebagainya. Adapun ciri-ciri hutan produksi, yakni pengolahan yang intensif mengacu pada asas-asas kelestarian, mayoritas seumur, dan murni jenis pohonnya. Berikut tipe-tipe hutan produksi. Hutan Produksi Terbatas HPT merupakan hutan yang hanya dapat dieksploitasi dengan cara tebang pilih. Hutan Produksi Terbatas merupakan hutan yang dialokasikan untuk produksi kayu dengan intensitas rendah. Hutan produksi terbatas ini umumnya berada di wilayah pegunungan di mana lereng – lereng yang curam mempersulit kegiatan pembalakan. Hutan Produksi Tetap HP merupakan hutan yang dapat di eksploitasi dengan perlakuan cara tebang pilih maupun dengan cara tebang habis. Hutan Produksi yang Dapat Dikonversi HPK yang kawasan hutanyya ditentukan oleh faktor kelas lereng jenis, tanah dan intensitas hujan setelah masing – masing dikalikan dengan angka penimbang mempunyai nilai 124 atau kurang di luar hutan suaka alam dan hutan pelestarian alam. Tidak hanya itu, Kawasan hutan yang secara ruang dicadangkan untuk digunakan bagi pengembangan transmigrasi, permukiman pertanian dan perkebunan. Adapun ciri-ciri hutan produksi sebagai berikut. Dalam satu kawasan hanya terdapat satu jenis tanaman atau pohon, seperti hutan jati, karet, dan sebagainya. Diperuntukkan untuk kebutuhan konsumtif. Area yang dimanfaatkan relatif luas karena memang untuk memenuhi kebutuhan manusia. Biasanya dimiliki oleh perusahaan swasta yang sudah besar ataupun pemerintah daerah setempat. Pemanfaatan dan penggunaannya sangat diawasi. 2. Kawasan Hutan Lindung Kawasan hutan lindung merupakan kawasan hutan yang memiliki fungsi pokok sebagai perlindungan sistem penyangga kehidupan untuk mengatur tata air, mengendalikan erosi, mencegah banjir, mencegah intrusi air laut, dan memelihara kesubaran tanah. Indonesia mengatur mengenai kawasan hutan lindung dalam Undang-Undang Republik Indonesia No 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumberdaya Alam Hayati dan Ekosistemnya. Dalam undang-undang tersebut memuat perlindungan sistem penyangga kehidupan dalam satu bab khusus, yakni Bab II. 3. Kawasan Hutan Konservasi Menurut Undang-Undang Nomor 41 tahun 1999 tentang Kehutanan, hutan konservasi adalah kawasan hutan dengan ciri khas tertentu yang memiliki fungsi pokok sebagai pengawetan keanekaragaman tumbuhan dan satwa beserta ekosistemnya. Hutan konservasi memiliki beberapa jenis di antaranya. Kawasan suaka alam KSA adalah kawasan hutan milik negara dengan ciri khas tertentu. Kawasan tersebut diperuntukkansebagai daerah perlindungan dan pengawetan keanekaragaman satwa, tumbuhan, dan ekosistemnya. Dalam kawasan tersebut diperbolehkan adanya manipulasi oleh manusia dengan tujuan mempertahankan ciri khas komunitasnya dan mendukung spersies tertentu. Kawasan suaka alam dibagi menjadi dua kawasan. Berikut penjelasannya. Cagar alam CA merupakan KSA yang karena keadaan alamnya mempunyai kekhasan/keunikan jenis tumbuhan dan/atau keanekaragaman tumbuhan beserta gejala alam dan ekosistemnya yang memerlukan upaya perlindungan dan pelestarian agar keberadaann dan perkembangannya dapat berlangsung secara alami. Suaka margasatwa merupakan kawasan suaka alam yang mempunyai ciri khas berupa keanekaragaman dan atau keunikan jenis satwa yang untuk kelangsungan hidupnya dapat dilakukan pembinaan terhadap habitatnya. Kawasan hutan pelestarian alam KPA adalah kawasan hutan dengan ciri khas tertentu yang berfungsi untuk melindungi sistem penyangga kehidupan, mengawetkan keanekaragaman jenis tumbuhan dan satwa, dan memanfaatkan dengan prinsip lestari terhadap sumber daya alam hayati dan Undang-Undang No. 5 Tahun 1990, kawasan pelestarian alam didefiniskan sebagaikawasan dengan ciri khas tertentu baik di daratan ataupun perairan. Adapun kawasan pelestarian alam terbagi menjadi tiga kawasan. Berikut pembagiannya. Taman nasional TN didefiniskan sebagai kawasan yang diperuntukan untuk melestarikan alam sehingga ekosistem alami tetap terjaga atau membaik jika rusak. Tidak hanya melestarikan alam, taman nasional juga berfungsi sebagai tempat penelitian ilmiah, pelestarian budidaya, peningkatan ilmu pegetahuan, tempat rekreasi, dan pariwisata. Sistem pengelolaan taman nasional didasarkan pada sistem zonasi untuk pengaturan keruangan di dalam kawasan taman nasional menjadi zona-zona pengelolaan. Taman wisata alam TWA adalah kawasan hutan yang ditujukan sebagai kawasan rekreasi alam yang dapat digunakan sebagai tempat wisata ataupun kegiatan pariwisata. Meskipun diperbolehkan untuk kegiatan pariwisata, tetapi hatrus memegang prispip konservasi dan perlindungan alam. Pendirian taman wisata alam harus melalui perizinan Pengusahaan Pariwisata Alam IPPA. Misalnya perizinan wilayah okservasi suaka margasatwa, taman nasional, dan hutan raya. Sampai saat ini, tercatat 118 unit taman wisata alam di Indonesia. jumlah tersebut mencakup kawasan di hutan, daratan, dan lautan. Taman hutan raya Tahura merupakan kawasan hutan yang didirikan untuk melindungi alam dan mengawetkan keanekaragaman hayati. Flora dan fauna yang hidup di dalamnya berasal dari habitat asli atau kawasan lain. Oleh sebab itu, habitat dalam Tahura dapat terbentuk secara alami maupun dibentuk menjadi ekosistem buatan. Di Indonesia, tercatat kurang lebih terdapat 22 kawasan taman hutan raya. Seperti Taman Hutan Raya Raja Lelo di Bengkulu dengan luas ha yang ditetapkan berdasarkan Keputusan Menteri Kehutanan RI Nomor 21/Kpts/VI/1998 pada 7 Januari 1988. 3. Taman baru merupakan kawasan hutan yang diperuntukkan untuk tempat wisata berburu. Fungsinya untuk mengakomodasi kegiatan yang berkaitan dengan perburuan dan memfasilitasi hobi masyarakat. Dalam taman baru tidak diperbolehkan melakukan kegiatan dengan serampangan. Ada sederet peraturan yang harus di taati. Di antaranya perizinan senjata, waktu dan musim berburu, jenis binatang yang diburu, dan peraturan-peraturan lainnya. Sampai saat ini, Indonesia memiliki 12 lokasi taman buru. Di antaranya Taman Buru Gunung Tambora Selatan, Nusa Tenggara Barat. Cagar Alam di Indonesia Berikut daftar cagar alam di Indonesia. 1. Cagar Alam Maninjau di Agam, Sumatera Barat Di dalam Cagar Alam Maninjau terdapat habitat harimau sumatera dan beruang madu. Tidak hanya itu, kawasan cagar alam tersebut juga dihuni oleh beberapa binatang buas dan bunga langka. Bunga raflesia arnoldi pernah tumbuh dengan diameter 107 cm. Adapun daya tarik utama dari kawasan tersebut adalah Danau Maninjau dengan luas 99,5 km. 2. Cagar Alam Kawah Ijen di Banyuwangi, Jawa Timur Cagar Alam Kawah Ijen memiliki luas sebesar ha, yang 92 ha digunakan sebagai kawasan wisata alam. Keanekaragaman hayati pada cagar alam dikelompokkan berdasarkan ketinggian di atas permukaan laut. pada daerah dengan ketinggian mdpl dikategorikan sebagai Hutan Hujan Pegunungan dengan cakupan kawasan hutan lindung. Adapun pada daerah dengan ketinggian mdpl disebut sebagai Hutan Hujan Pegunungan Tinggi yang memiliki jenis vegetasi dominan berupa edelweis. Daerah dengan ketinggian mdpl disebut dengan Hutan Hujan Sub Alpin yang didominasi dengan vegetasi semak dan perdu. Adapun satwa yang hidup di dalamnya terdiri dari macan kumbang, kucing hutan, lutung jawa, luwak, dan 107 jenis burung meliputi 21 jenis burung endemik seperti cekakak jawa dan cucak gunung. 3. Cagar Alam Waigeo Barat di Raja Ampat, Papua Barat Weigo berada di utara Raja Ampat berupa pulau dengan luas ha. Sebenarnya dalam Cagar Alam Waigeo terdapat dua cagar alam yang dipisahkan oleh Teluk Mayalibit, yakni Waigeo Barat dengan luas ha. Dan Waigeo Timur dengan luas ha. Satwa khas di dalamnya adalah Maleo Waigeo. Maleo Waigeo merupakan burung jenis Maleo yang sensitive dengan suara dan sulit ditemukan. Jumlahnya diperkirakan hanya sekitar 980 individu dewasa. Oleh sebab itu, jenis burung ini termasuk dalam status genting endangered dalam red list International Union for Conservation of Nature IUCN. Untuk melestarikan flora dan fauna di kawasan cagar alam maka dilakukan kegiatan konservasi berupa perlindungan kawasan. 4. Cagar Alam Anak Krakatau di Selat Sunda, Lampung Ketika mengunjungi Gunung Krakatau, wisatawan dapat belajar mengenai kedahsyatan letusan Gunung Krakatau pada 1883. Kawasan ini juga menjadi laboratorium alam terbesar dengan luas 13 ribu hektare. Daya tarik utama Gunung Krakatau, yakni pendakian ke anak Krakatau dengan disuguhi pemandangan lautan yang indah dan eksotis. Di kawasan tersebut juga tumbuh 206 jenis jamur, 61 tumbuhan paku, 13 jenis lichenes, dan 257 jenis spermatophyte. Baca juga Contoh sumber daya alam yang berasal dari tumbuhan Vegetatif generatif Ciri-ciri dan contoh Tumbuhan Dikotil Manfaat energi panas matahari Tumbuhan monokotil ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah." Custom log Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda Tersedia dalam platform Android dan IOS Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis Laporan statistik lengkap Aplikasi aman, praktis, dan efisien Wonosobo - Selain panorama alam, dataran tinggi Dieng menyimpan segudang peninggalan sejarah. Selain candi, ditemukan ratusan arca di daerah yang dijuluki negeri atas awan Bicara Kawasan Dieng Balai Pelestarian Cagar Budaya BPCB Jawa Tengah Tusar mengatakan, selain candi, Dieng juga menyimpan banyak peninggalan sejarah. Salah satunya adalah arca yang jumlahnya mencapai 300 lebih yang saat ini disimpan di Museum Kailasa."Arca-arca ini memang banyak, jumlahnya sampai 300 lebih. Ada yang disimpan di museum ada juga di gudang karena tidak bisa menampung," ujar Tusar saat dihubungi detikJateng, Rabu 2/3/2022. Tusar menyebut, ratusan arca ini sebagian besar ditemukan di area kompleks Candi Arjuna dan beberapa di antaranya juga ditemukan di lahan pertanian warga Dieng. Seperti arca berbentuk Ganesha, Siwa, Brahma, Singa, Burung dan beberapa bentuk lainnya."Untuk bentuknya beragam. Belum lama ini ditemukan arca Ganesha di lahan pertanian kentang warga. Tetapi sekarang disimpan di Museum Kailasa. Hanya sebagian di gudang karena tidak bisa menampung semuanya," hanya itu, Dieng yang kaya akan sejarah dibuktikan dengan adanya peninggalan lain. Seperti situs Dharmasala, sumur Sendang Sedayu, dan Ondho Budho."Kalau situs Dharmasala dulu digunakan untuk belajar agama. Dulu kalau mau masuk candi belajar agama dulu. Ada juga situs sumur Sendang Sendayu. Untuk yang wilayah Wonosobo ada tuk bima lukar. Itu mata air dari Sungai Serayu. Ada juga Ondo Budha yang berada di jalur arah Sikunir," paparnya. Simak Video "Terjebak di Tengah Jalur, Rintangan Saat Naik Gondola di Dieng" [GambasVideo 20detik] ams/ams Daftar isiPengertian Cagar AlamSejarah Cagar AlamCiri-ciri Cagar AlamTujuan didirikan Cagar AlamFungsi Cagar AlamManfaat Cagar AlamContoh Cagar Alam di IndonesiaPerbedaan Suaka Margasatwa Dan Cagar AlamDiantara cara yang dilakukan pemerintah untuk melestarikan kekayaan alam Indonesia yang berupa flora dan fauna adalah dengan membangun cagar cagar alam sendiri dimaksudkan untuk melindungi ekosistem alami yang di dalamnya terdapat tumbuhan atau satwa khas agar terhindar dari Secara UmumSecara umum, cagar alam adalah suatu kawasan yang dilindungi oleh pemerintah dan dibiarkan berkembang secara alami karena di dalamnya terdapat tumbuhan, hewan, atau ekosistem yang Menurut KBBIDalam Kamus Besar Bahasa Indonesia KBBI disebutkan bahwa cagar alam adalah daerah yang kelestarian hidup tumbuh-tumbuhan dan binatang flora dan fauna yang terdapat di dalamnya dilindungi oleh undang-undang dari bahaya Menurut Para AhliMenurut Undang-Undang No. 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumberdaya Alam Hayati dan Ekosistemnya, disebutkan bahwaCagar alam merupakan kawasan suaka alam yang karena keadaan alamnya mempunyai kekhasan satwa, tumbuhan, dan ekosistemnya atau ekosistem tertentu yang perlu dilindungi dan perkembangannya berlangsung secara alami, yang berarti kegiatan yang dapat dilakukan di cagar alam yaitu untuk kepentingan ilmu pengetahuan, penelitian dan pengembangan, pendidikan, dan kegiatan lainnya yang menunjang Cagar AlamKonsep pelestarian alam atau natural reserve pertama kali muncul dan diterapkan pada tahun 1836 di Jerman ketika pemerintah Prusia kala itu membeli kawasan pertambangan batu di sekitar area kastil Drachenfels Dragons rock untuk mencegahnya dari aktivitas tahun 1956 kawasan itu kemudian ditetapkan menjadi taman nasional oleh pemerintah Indonesia, konsep serupa awalnya diperkenalkan oleh seorang ahli botani pemerintah Hindia Belanda yang bernama Sijfert Hendrik tahun 1913, Kooders membuat menandatangani perjanjian dengan pemerintah Kota Praja Depok untuk menjadikan kawasan seluas 6 hektar menjadi cagar tersebut yang hingga kini dikenal sebagai Taman Hutan Raya Pancoran Mas, Cagar AlamSuatu kawasan bisa dikatakan sebagai cagar alam apabila memiliki ciri-ciri sebagai berikutMemiliki keanekaragaman ekosistem tumbuhan, tidak hanya tumbuhan tertentu saja melainkan juga jenis tumbuhan lain yang mendukung berkembangnya jenis biota tertentu yang menyusun ekosistem dan membedakannya dengan hutan alam atau ekosistemnya masih alami tanpa campur tangan manusiaTerdapat komunitas tumbuhan dan hewan langka yang hampir punahKawasan hutan yang cukup luas dan memadai untuk pengelolaan ekologis secara alami atau didirikan Cagar AlamTujuan utama dari dijadikannya sebuah kawasan menjadi cagar alam adalah untuk melindungi ekosistem yang ada di dalamnya agar tetap lestari dan terhindar dari tujuan lain dari didirikannya cagar alam adalah sebagai berikutMelestarikan tanaman yang langka atau terancam kesuburan tanah dan unsur hara di dalam tanahMenjaga keberlangsungan siklus airMenjaga keberadaan air tanahSebagai kawasan wisata alam dan edukatifSebagai tempat atau objek penelitian Cagar AlamSebagai suatu kawasan yang ditujukan untuk melestarikan keberadaan ekosistem di dalamnya, cagar alam memiliki berbagai fungsi penting bagi alam dan juga manusia. Diantara fungsi penting dari cagar alam adalah sebagai berikutSebagai cara untuk melestarikan flora dan fauna yang ada di dalam kawasan cagar alamMelindungi flora dan fauna khas dan langka dari tetap menjaga kesuburan tanah di kawasan cagar tempat wisata alam dan bernilai edukatifUntuk mengatur tataan atau siklus menambah devisa negara melalui sarana dan objek penelitian ilmiah, terutama yang berkaitan dengan alam, ekosistem, maupun flora dan fauna. Manfaat Cagar AlamBeberapa manfaat penting dari keberadaan cagar alam adalahCagar alam merupakan upaya untuk melindungi flora dan fauna dari ancaman kepunahanCagar alam bisa menjadi sarana untuk tetap menjaga kesuburan tanah di sekitar alam membantu menjaga siklus air dan menjaga ketersediaan air alam bisa dijadikan sebagai objek wisata yang bersifat rekreatif sekaligus alam bisa menjadi salah satu sarana untuk melakukan penelitian Cagar Alam di IndonesiaData yang tercatat sampai dengan tahun 20068, terdapat sekurangnya 237 lokasi cagar alam dengan luas mencapai hektare yang tersebar di seantero contoh cagar alam yang terkenal di Indonesia, antara lain1. Gunung LeuserLokasi Nangroe Aceh DarussalamFlora Khas Daun payung raksasa Johannesteijsmannia altifrons, bunga Rafflesia atjehensis dan R. micropyloraSatwa Khas Gajah Sumatera Elephas maximus sumatranus, badak Sumatera Dicerorhinus sumatrensis sumatrensis,2. Batang GadisLokasi Sumatera UtaraFlora Khas Daun payung raksasa Johannesteijsmannia altifrons, bunga Rafflesia atjehensis dan R. MicropyloraSatwa Khas Harimau Sumatera Panthera tigris sumatrae, kambing hutan Capricornis sumatraensis3. SiberutLokasi Sumatera BaratFlora Khas –Satwa Khas Bokkoi Macaca pagensis, lutung mentawai/joja Presbytis potenziani siberu4. Kerinci SebratLokasi JambiFlora Khas Pinus kerinci Pinus merkusii strain Kerinci, kayu pacat Harpulia alboreaSatwa Khas Burung rangkong Buceros rhinoceros sumatranus, julang Aceros undulatus undulates5. Bukit TigaLokasi Puluh di RiauFlora Khas Jelutung Dyera costulata, getah merah Palaquium spp., pulai Alstonia scholarisSatwa Khas Harimau Sumatera Panthera tigris sumatrae, tapir Tapirus indicus, ungko Hylobates agilis6. Bukit Dua BelasLokasi JambiFlora Khas Meranti Shorea sp.Satwa Khas Beruk Macaca nemestrina, macan dahan Neofelis nebulosa diardi7. BerbakLokasi JambiFlora Khas Meranti Shorea sp., daun payung Johanesteijmannia altifronsSatwa Khas Harimau Sumatera Panthera tigris sumatrae, tapir Tapirus indicus8. SembilangLokasi Sumatera SelatanFlora Khas Paku gajah Acrostichum aureum, nipah Nypa fruticans, cemara laut Casuarina equisetifoliaSatwa Khas Harimau Sumatera Panthera tigris sumatrae, gajah Sumatera Elephas maximus sumatranus9. Bukit Barisan SelatanLokasi LampungFlora Khas Pidada Sonneratia sp., nipah Nypa fruticans, cemara laut Casuarina equisetifoliaSatwa Khas Beruang madu Helarctos malayanus malayanus, badak Sumatera Dicerorhinus sumatrensis sumatrensis10. Way KambasLokasi LampungFlora Khas Pidada Sonneratia sp., nipah Nypa fruticans, gelam Melaleuca leucadendronSatwa Khas Harimau Sumatera Panthera tigris sumatrae, tapir Tapirus indicus, anjing hutan Cuon alpinus sumatrensis11. Bali BaratLokasi BaliFlora Khas Bayur Pterospermum javanicum, ketangi Lagerstroemia speciosaSatwa Khas Burung jalak bali Leucopsar rothschildi, terdapat jenis burung lain seperti jalak putih Sturnus melanopterus, terucuk Pycnonotus goiavier12. Gunung CiremaiLokasi Jawa BaratFlora Khas Pinus Pinus merkusii, Saninten Castanopsis javanica, Randu tiang Fragraera blumiiSatwa Khas Macan kumbang Phantera pardus, Kijang Muntiacus muntjak, Landak Zaglossus brujini, Surili Presbytis comata13. Alas PurwoLokasi Jawa TimurFlora Khas Sawo kecik Manilkara kauki dan bambu manggong Gigantochloa manggongSatwa Khas Lutung budeng Trachypithecus auratus auratus, banteng Bos javanicus javanicus, ajag Cuon alpinus javanicus14. BaluranLokasi Jawa TimurFlora Khas Widoro bukol Ziziphus rotundifolia, mimba Azadirachta indica, dan pilang Acacia leucophloeaSatwa Khas Banteng Bos javanicus javanicus, kerbau liar Bubalus bubalis, ajag Cuon alpinus javanicus15. Meru BetiriLokasi Jawa TimurFlora Khas Bunga raflesia Rafflesia zollingeriana, bakau Rhizophora sp.Satwa Khas Banteng Bos javanicus javanicus, kera ekor panjang Macaca fascicularisPerbedaan Suaka Margasatwa Dan Cagar AlamCagar alam merupakan kawasan yang mana ekosistem di dalamnya dibiarkan berkembang secara alami, baik itu flora maupun karena itu, kegiatan wisata komersial sangat dibatasi dan memerlukan izin itu, suaka margasatwa di Indonesia ditujukan secara lebih khusus untuk melindungi hewan-hewan tertentu yang hampir punah, dan keberadaannya sudah melibatkan campur tangan manusia atau tidak alami.

cagar alam dieng terdapat di daerah